filsafat, ilmu, filsafat ilmu

30, Maret, 2021


        "Filsafat, Ilmu, filsafat ilmu"
        Oleh: Syamsiar Nasution
        E-mail: syamsiarnasution37@gmail.com
Mahasiswa PAI, FTIK, IAIN PADANG SIDEMPUAN


1. ~Pengertian filsafat
Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu: philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani: philosophia, yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos ('hikmah', kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, praktis, intelegensi). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.
 
Harun Nasution berpendapat bahwa istilah filsafat berasal dari bahasa Arab karena orang Arab lebIh dulu datang dan sekaligus mempengaruhi bahasa Indonesia dari pada orang dan bahasa Inggris. Oleh karena itu, dia konsisten menggunakan kata filsafat,  seperti Filsafat Agama  dan Filsafat  dan  mistisisme dalam islam.
 
Pengertian filsafat secara terminologi sangat  beragam, baik dalam ungkapan maupun titik tekanannya. Bahkan, Moh. Hatta dan Langeveld mengatakan bahwa definisi filsafat tidak perlu diberikan karena setiap orangl memiliki titik tekan sendiri dalam definisinya. Oleh karena itu, biarkan saja seseorang meneliti filsafat terlebih dahulu kemudian menyimpulkan sendiri.[¹]
 

[¹]Amsal Bakhtiar, filsafat ilmu, (Jakarta:2013), hlm.4-6.

Kata filsafat berasal dari kata 'philosophia' (bahasa Yunani), diartikan dengan 'mencintai kebijaksanaan'. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata filsafat yang biasa disebut dengan istilah 'philosophy' dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah 'falsafah', yang biasa diterjemahkan dengan 'cinta kearifan'.

Istilah philosophia  memiliki akar kata  philien yang berarti mencintai dan sophos yang berarti bijaksana. Jadi istilah philosophia  berarti mencintai akan hal-hal yang bersifat bijaksana.[²]

Hatta mengemukakan pengertian filsafat itu lebih baik tidak dibicarakan lebih dulu (Hatta, 1966:I:3). Nanti, bila orang telah banyak membaca atau mempelajari filsafat, orang itu akan mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu menurut konotasi filsafat yang ditangkapnya.

Poedjawijatna (1974:1) menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata Arab yang berhubungan rapat dengan yunani, bahkan asalnya memang dari kata Yunani. Kata Yunani nya ialah philosophia. Dalam bahasa Yunani kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya Cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu berusaha mencapai  yang diinginkan itu; sophia artinya kebajikan yang  artinya pandai, pengertian yang mendalam.[³]

[²]Susanto, filsafat ilmu, ( Jakarta: 2017), hlm.1
[³] Ahmad  Tafsir, filsafat ilmu, ( Bandung: 2003), hlm.9

Dilihat dari segi bahasa, maka perkataan "filsafat"  Adalah bentuk kata Arab yang berasal dari bahasa Yunani "Philosophia"
Yang merupakan kata majemuk. Philo berarti suka atau cinta, 
dan sophia berarti kebijaksanaan.
Jadi  arti menurut namanya saja: cinta kepada kebijaksanaan.
  Dalam bahasa Belanda didapati perkataan " Wijsbegeerte" Wijs berarti cakap, pandai atau bijaksana. Begeerte adalah nama benda atau pekerjaan.[⁴]

Menurut prof. Dr. Harun Nasution filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata philein yang berarti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom) orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu falsafa dengan pola  fa'lala, fa'lala,  dan fi'lal.[5]

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani. Kata ini berasal dari kata philosophia  yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, dan suka, serta kata sophia berarti pengetahuan, hikmah, dan kebijaksanaan (Ali:1986:7).[6]

Filsafat adalah tidak lebig dari kata usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan sehari-hari atau bahkan dalam kebiasaan ilmu pengetahuan.

Filsafat adalah  pencarian akan jawaban atas sejumlah pertanyaan  yang sudah ada semenjak jaman YunaniDalam hal-hal pokok yang tetap sama.[7]

[⁴]Hamzah Yaqub, filsafat agama, (Jakarta:1991), hlm.2
[5]Juhairini, Dkk, filsafat pendidikan islam, (Jakarta:2015), hlm.3
[6]Jalaluddin, Abdullah Idi, filsafat pendidikan, (Jakarta: 2013), hlm.3
[7]Bambang Q-Anees, Radea juli A. Hambali, filsafat untuk umum, (Jakarta:2003) hlm. 4

2.~Pengertian Ilmu
Ilmu berasal dari bahasa Arab: 'alim, ya'lamu, 'ilman dengan  wazan fa'ila, yaf'alu, yang berarti: mengerti memahami benar-benar, seperti ungkapan:علم اصمو عى درس الفلسفة
"Asmu' i telah memahami pelajaran filsafat ". Dalam bahasa Inggris disebut science; dari Bahasa Latin scientia (pengetahuan)  scire (mengetahui).
  
Ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur, dan dibuktikan. Berbeda dengan iman, yaitu pengetahuan didasarkan atas keyakinan kepada yang gaib dan penghayatan serta pengalaman pribadi.[8]

Ilmu merupakan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan Perguruan tinggi.[9]

3. Pengertian filsafat ilmu
Michel V. Berry, filsafat ilmu adalah " The study of the inner logic of scientific theories, and the relations between experiment and theory, i.e. of  scientific method." Menurut berry filsafat ilmu adalah penelaahan tentang logika intern, yakni tentang metode ilmiah. Bagi berry, filsafat ilmu adalah ilmu yang dipakai untuk menelaah tentang logika, teori-teori ilmiah, serta upaya  pelaksanaannya untuk menghasilkan suatu metode atau teori ilmiah.

Filsafat ilmu bagi bridbeck adalah suatu analisis netral yang secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

[8] Amsal Bakhtiar, filsafat ilmu, (Jakarta:2013) hlm.4
[9] Jujun Suria Sumantri, filsafat ilmu sebuah pengantar populer, (jakarta:2000) hlm.19
Lewis white beck berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah ilmu yang mengkaji dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta  mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

Menurut Benyamin, filsafat ilmu adalah studi sistematis mengenai sifat dan hakikat ilmu, khususnya yang berkenaan dengan metodenya, konsepnya, kedudukannya didalam  skema umum disiplin intelektual.[10]

[10] Susanto, filsafat ilmu suatu kajian dalam dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis, (Jakarta:2017) hlm.48